Kamis, 02 Oktober 2014

KABUT PAGI



Aku mengendarai sepeda motorku secara perlahan. Jalan raya poros Takalar-Makassar masih cukup lengang, karena hari masih terlalu pagi, dan langit sedikit mendung.
Aku mencoba mengusir keheningan dengan melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an, sesekali pula berdendang lagu-lagu nasyid, yang tak berpangkal, tak berujung.
Priit..priit.. kulihat dari spion, seorang pengendara sepeda motor dari arah yang sama, membunyikan klakson. Memberikan kode bahwa ia akan mendahuluinya. aku meminggirkan sedikit sepeda motorku ke jalur kiri untuk memberikan jalan kepada pengendara tersebut.